Selaindapat membentuk karakter, kegiatan ini juga dapat meningkatkan rasa solidaritas dan kekeluargaan di antar teman sebaya.Dikarenakan di dalam kegiatan ini pula dibentuk regu-regu Penggalang yg berisikan oleh teman teman sebaya mereka sendiri. Diharapkan kegiatan character building ini dapat berguna bagi para peserta kegiatan.
KataPenggalang sendiri disesuaikan sebagai kiasan dari istilah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan, melambangkan persatuan dan kesamaan tekat. Berikut ini, beberapa Pantun penggalang Pramuka untuk kamu : Sungguh indah bunga di taman, Ada mawar dan juga kamboja, Meski kerap melakukan kegiatan, badan lelah hati bahagia.
Cerpen Aku dan Pramuka. Nama ku Aisyah Humairah, tetapi biasa dipanggil Icye. Aku adalah seorang Pramuka. Aku mulai mengikuti pramuka dari kelas 1 SMP. Awalnya memang hanya ikut-ikutan saja untuk ikut pramuka, tetapi lama kelamaan aku menjadi cinta dengan pramuka. Jujur saja, awalnya aku adalah anak yang manja dan pemalu, tetapi setelah aku
BeliPramuka Penggalang model & desain terbaru harga murah 2021 di Tokopedia! ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Kurir Instan ∙ Bebas Ongkir ∙ Cicilan 0%.
KOWEBAGAIMANA cipt: M Husain Alkim. Kau suruh aku bikin rumah kau ratakan dengan kekuatan, kau suruh aku diam, kau bilang aku bisu, kau suruh aku brrfikir kau tuduh aku kafir, kau bilang aku merdeka, kau malah memilihkan untukku segalanya, kau suruh aku bergerak, aku bergerak kau curigai,kau bilang jangan banyak tingkah aku diam saja kau waspadai, kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang
AbgyJVr. Cerpen Karangan Amirah AlfiKategori Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 12 January 2021 Namaku Ayu. Anak terakhir dari tiga bersaudara. Aku adalah anak yang manja, aku tak ingin lepas dari keinginanku jika orang tidak menurutinya. Bagiku, keinginanku adalah yang terpenting. Kini aku duduk di bangku kelas 7 yang akan naik kelas di tahun depan. Semoga saja aku bisa lulus agar bisa naik kelas. Namun sayangnya, salah satu syarat agar aku bisa lulus yaitu mengikuti kemah pramuka. Malas sekali bukan? Orangtuaku menceritakan bagaimana asyiknya kemah pramuka. Namun bagiku, kemah pramuka itu tak menghasilkan apa-apa. Malah yang ada, kita akan sakit, lelah, dan masih banyak hal yang akan menyusahkan hidupku. Ingin rasanya aku membuat sebuah alasan, agar aku tak ikut kemah pramuka yang akan dilaksanakan pekan depan. Tapi orangtuaku, sudah mengetahui alasan yang akan kurencanakan agar tak mengikuti kemah ini. Kak Farhan, kakak keduaku, pernah mengikuti kemah juga. Bahkan, dia berkali-kali menjadi pemenang lomba pramuka. Katanya, dengan pramuka dia jadi lebih menyukai alam, dan bisa lebih bersosialisasi. “Mana ada orang yang menyukai alam itu bermula dari kemah pramuka, memang sih kemah kan pasti di hutan, namun, tetap saja itu hanya akan membuat badan sakit” pikirku dalam hati. Hari Senin pun tiba, dengan cepat aku langsung pergi mandi, tak lupa sarapan dan mencium pipi mama papa!. Sesampainya di kelas, teman-temanku sedang membincangkan kemah pramuka. Malas sekali bukan?. “Eh Yu, kamu udah siap untuk kemah nanti?” tanya Zelda sambil memegang pundakku. “Haduh malas sekali aku Zel, ngapain juga ikut kemah? Ingin rasanya aku membuat sebuah alasan agar aku tak bisa ikut kemah itu” jawabku. “Loh, kok gitu sih Yu? Kita sebagai pemuda Indonesia ya harus ikut pramuka sebagai bukti bahwa kita cinta Indonesia dan ikut memajukan negara, pramuka juga asyik loh Yu!” kata Zelda. “Sudahlah diam, jangan sok bijak gitu Zel” jawabku dengan malas. Entah apa yang di pikiran teman-teman kelasku ini. Mereka dapat semangat dari mana coba?. Aku memang cinta tanah airku, namun tidak dengan mengikuti pramuka. Dulu, waktu SD pun aku malas untuk pramuka yang diadakan setiap Jumat di akhir pelajaran. Bahkan, absen izinku mencapai 15 kali. Menarik bukan?. Ah sudahlah. Aku bingung, kenapa di dunia ini harus ada pramuka?. Tak bisakah kegiatan menyebalkan ini dihilangkan dari bumi?. “Nak sini makan dulu” ucap mama yang menghentikkan lamunanku. “Maa, kenapa sih di dunia ini harus ada pramuka?” tanyaku. “Karena, pramuka ini kegiatan yang menjadikan kita seakan-akan berjuang untuk bangsa, dengan pramuka, kita bisa menjadikan diri kita sebagai pribadi yang mandiri” jawab mama sambil tersenyum. “Maa boleh gak Ayu gak ikut kemah pramuka? Bikin alasan gitu maa” pintaku dengan maksa. “Loh, kalo kayak gitu kamu berarti tidak mencintai negara kamu Yu, paksalah diri kamu agar bisa mencintai pramuka ini” jawab mama. Jujur saja, semakin banyak orang yang memaksaku untuk mencintai pramuka, tak ada satupun yang membuatku berubah. Tinggal lima hari lagi menuju kemah pramuka, aku belum menyiapkan apapun. “Haduh malas sekali untuk berbelanja perlengkapan kemah ini” ujarku setelah beres makan. Tak lama setelah aku masuk kamar, Kak Farhan masuk kamarku secara tiba-tiba dan mengajakku pergi untuk membeli kebutuhan kemah. “Dek, ayo beli barang-barang buat kemah nanti, kan kamu belum beli apa-apa gimana sih” “Tapi kan Ayu juga gak mau ikut kemahnya, ngapain beli kebutuhan-kebutuhan kaya gitu?” “Kamu gak mau naik kelas ya? Kalo gak mau kakak antar ya sudah” “Iya deh iya!!” jawabku sambil berdiri untuk bersiap-siap. Kami pun pergi dengan menggunakan mobil. Sepanjang perjalanan, tak ada percakapan antara aku dan Kak Farhan. Sesampainya di toko, Kak Farhan lah yang membeli semua kebutuhan yang berkaitan dengan kemah pramuka. Ya karena aku tak tahu apa-apa tentang pramuka. Karena dari dulu, aku tak pernah fokus dalam kegiatan pramuka. “Makasih kak” ucapku sesampainya di rumah sambil membawa belanjaan tadi. “Harus suka pramuka dek, kalo nggak kamu gak bisa jadi pemuda yang membuktikan jiwa bela negaranya” “Tapi kan kak, aku juga masih kecil, emang aku mau dibawa perang?” “Ya bukan gitu, tar kamu ngerti sendiri deh” Tak lama dari perbincangan singkat itu, aku langsung ke kamar untuk membereskan semua belanjaan ini. “Rebahan sebentar ah” ucapku sambil melentangkan badan. Tak lama dari itu, mama masuk ke kamarku untuk membantu menyiapkan peralatan kemah. “Udah mulai tertarik pramuka?” tanya mama. “Hah? Tertarik dari mananya ma?” “Haduh, anak mama ini susah yaa. Udah itu beresin tuh” jawab mama. Sekitar 30 menit aku menyiapkan semuanya bersama mama. Karena tak terasa, tinggal dua hari lagi untuk pergi kemah pramuka ini. Setelah kegiatan ini, ahh rasanya seperti terbebas dari sebuah belenggu. Besok kata Zelda kita harus kumpul dulu. Mungkin untuk memberi arahan. Entah mengapa, terasa bahwa ada sesuatu yang membuatku tak sabar untuk kemah pramuka lusa nanti. “Ah apaan sih pasti nanti aku sakit-sakit deh” ucapku. “Yuu, Ayu, bangun nakk, ke sekolah” ucap mama sambil menggoyangkan badanku agar terbangun. “Ma sekarang jam berapa ma?!” jawabku dengan panik. “Udah cepat sana mandi Kak Farhan antar kamu, ayo cepat sudah mau telat ini” Dengan cepat tentunya aku langsung ke kamar mandi, beberapa hari terakhir aku memang lumayan sulit untuk bangun sendiri. Seperti, sifat mandiri dari diriku tak terdeteksi sama sekali. Bahkan jika ada ulangan pun, kalau mama tak memaksaku, aku mungkin lupa untuk belajar. “Dek udah belum?” tanya Ka Farhan. “Iya-iya ayoo” jawabku sambil mengunyah roti bakar. Kami pun pergi menggunakan motor agar aku cepat sampai. “Dulu juga kakak susah bangun sendiri lho dek, Cuma gara-gara terbiasa ada kegiatan pramuka dulu di hari sabtu pagi, makanya kakak terbiasa” “Sangat tidak menggoyah hati” jawabku sambil terkekeh. “Nanti kualat lho dek” “Mana ada kualat kualat” Sesampainya di gerbang sekolah, ada Zelda yang ternyata baru sampai juga. “Zel! Tungguin!” ucapku sambil memegang pundaknya “Eh Ayu, udah nyiapin buat kemah?” “Udah dong” jawabku dengan wajah tersenyum “Widih, kayaknya gak sabar buat kemah besok ya Yu” ucapnya sambil tertawa Kami pun bergegas masuk ke dalam kelas untuk diberi arahan kemah besok. Bagian senangnya itu, untungnya aku dan Zelda satu regu!. Setelah diberi arahan itu, aku merasa tak sabar untuk hari esok. Karena ini pertama kalinya aku mengikuti kemah, pergi jauh dari mama papa, dan bermain bersama alam. Setelah kelas selesai, di perjalanan pulang aku memikirkan betapa kakunya diriku untuk membuka hati sedikit kepada pramuka ini. Walaupun memang, terkadang membosankan untuk ada materi pramuka. Namun aku baru memahami sekarang bahwa ilmu pramuka ini sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari. “Nak, kamu sudah menyiapkan semuanya untuk kemah besok?” tanya mama. “Sudah ma” jawabku sambil memeluk mama. “Semangat ya sayang!” ucap mama. Suara alarm seketika membangunkan mimpi indahku di atas sana. Dengan semangat aku mengambil handukku, tak lupa juga sarapan. Hari ini aku diantar oleh mama dan Kak Farhan. Sepanjang perjalanan, mama dan Kak Farhan tak bosan-bosan mengingatkanku untuk menjaga barang sebaik mungkin. Sesampainya di sekolah, Zelda sedang berpamitan dengan keluarganya. Begitupun aku setelah selesai menurunkan barang. Tak lupa juga mama mencium keningku, dan Kak Farhan mengusap kepalaku. Setelah berdoa bersama, kami langsung menaik ke truk TNI sesuai dengan grup yang sudah dibagi kemarin. Di perjalanan, aku sangat menikmati angin yang berhembus, dan menggoyangkan dedaunan pada pohon. Setelah 30 menit perjalanan, kami langsung mendirikan tenda dengan regu masing-masing. Kegiatan hari ini sampai dua hari kedepan di siang hari kita akan mencari sebuah bendera yang ditempelkan di pohon-pohon hutan. Untuk malamnya, kita akan membuat sebuah kesan dan pesan tentang kemah ini, dan juga sedikit penampilan dari setiap regu dengan api unggun. “Wah, tak sabar aku” ucapku. Setelah mendirikan tenda, ada sedikit materi yang dimana akan menjadi ujian di esok hari sebagai nilai kepramukaan. Aku sangat gugup, karena seperti yang kalian ketahui, aku sangat benci sekali materi pramuka. Namun, sekarang aku bingung kawan, mengapa aku bisa bahagia dengan adanya kemah pramuka ini. Mengapa aku bisa terlarut dengan kemah ini?. Kalian bingung bukan?. Setelah pemberian materi, aku dan Zelda pergi ke tenda untuk beristirahat. Keesokan harinya, kita berolahraga sedikit. Kemudian langsung mengisi soal-soal materi kemarin. Senangnya! Aku bisa mengisi semua soal-soal ini!. “Cie yang jadi suka pramuka” ucap Zelda sambil menyenggolku. “Kenapa aku jadi suka ya Zel?” tanyaku bingung. “Karena, hati kamu sudah membuka ruang untuk pramuka Yu, sudah kubilang pramuka itu asyik bukan?” “Iya Zel iyaaa” ucapku sambil tertawa. Kami pun melanjutkan kegiatan yang berada di hutan itu. Susahnya mencari bendera-bendera tersembunyi itu. Namun semua kesusahan itu terbalaskan oleh hadiah-hadiah. Setelah matahari terbenam, kami memulai kegiatan api unggun sambil menonton beberapa penampilan dari grup lain. Tak terasa hari terakhir kemah sudah menyapa. Matahari muncul dengan begitu hangat. “Aduh Yu, kamu sakit badan gak?” tanya Zelda. “Bukan sakit lagi Zel, udah remuk ini” jawabku sambil tertawa. Namun jujur saja, rasa sakit badan, rasa letih untuk menginjak beceknya tanah, tidak menghilangkan rasa kagumku untuk kemah pramuka ini. Memang benar kata mama, pramuka bisa menjadikan kita mandiri. Buktinya, beberapa temanku dari regu lain kena hukum karena terlambat bangun. Untungnya saja Zelda membangunkanku agar lolos dari hukuman itu. Dan rasa nikmat yang terakhir adalah, dengan pramuka, aku bisa menikmati alam secara jiwa dan raga. Setelah berfoto-foto, kita membereskan semua barang dan kembali menuju sekolah. Sepanjang perjalanan, Zelda tak berhenti mengejekku, katanya, yang dulu membenci pramuka sekarang jadi jatuh cinta. Memang benar, jangan tanya alasannya kawan, aku sendiri pun bingung. Namun, dengan pramuka ini, memang menjadi sebuah kegiatan yang menunjukkan bela negara kita sebagai siswa. Seperti tidur dengan kebasahan, terbangun dengan badan remuk, ya masih banyak lagi. Bagiku sekarang, pramuka menjadi sebuah kegiatan yang sangat membantu diri untuk membangun sifat mandiri, tanggung jawab, dan keberanian. Dari arti kata pramuka saja aku baru memahami bahwa aku sebagai anggota pramuka, harus berani berkarya dan menyatukan bangsa. Tidak terasa sudah sampai di sekolah, lamunanku tadi seketika membuatku tersenyum dan langsung memeluk mama sesudah turun dari truk TNI. “Gimana nakk?” tanya mama sambil mencium keningku. “Seru ma!!” jawabku. “Sampai rumah mandi ya dek” ucap Kak Farhan sambil mengendus-endus tubuhku. “Iya-iya” jawabku sambil mencuekkan muka. Memang benar, aku merasa tubuhku memiliki aroma tak sedap karena sudah tiga hari tak menyentuh sabun. Ah sudahlah, biarkan ini menjadi pengalaman yang bersejarah. “Asyik ada anak pramuka nih” ucap mama sambil terkekeh. “Udah maa, jangan dibahas lagi, Ayu malu nih” ucapku sambil menutup muka. Cerpen Karangan Amirah Alfi Cerpen Aku dan Pramuka merupakan cerita pendek karangan Amirah Alfi, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Bayangan Seorang Diri Oleh Muhammad Hafidz Agraprana Tulisan ini kupersembahkan untuk diriku sendiri, dimana aku yang sedang berada dalam kesulitan, kebingungan, dan lain-lainnya. Sekarang, hanya meja, kursi, pulpen, dan kertas yang bisa menjadi temanku untuk menuangkan Secret Admirer Oleh Shilda Maelinda Kurniawati Entah mengapa semua terasa berbeda semenjak aku mengenalnya. Tatapannya membuat aku penasaran. Dia yang telah merubah hidupku. Yang awalnya aku hanya seorang gadis pendiam, kini aku menjadi seorang gadis Alpha Oleh Rasyanara Huft, sekolahku jadi amat membosankan ketika sahabatku tidak masuk. Aku yakin, kalian juga pernah merasakannya, sekolah jadi sangat flat. Aku merebahkan diriku di atas kasur menatap langit-langit kamar yang Pacar Pertama Cinta Pertama Oleh Fimv Marlisa Sebelumnya tak pernah aku rasakan perasaan ini. Aku nggak tahu apa yang terjadi dengan hati ini. Rasa ini begitu berbeda, aku menikmati rasa ini. Aku bahagia dengan rasa ini. Raja Dan Ratu Basket Oleh Renita Melviany Aku Citra seseorang yang sangat pemberani tidak takut dengan apa pun, dan tidak malu dengan siapa pun, namun itu semua sebelum aku mengenalnya. Sekarang aku Citra, masih seseorang yang “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen AKU INGIN JADI PENGGALANG Oleh Erunaway Malam yang sejuk memeluk hati, selimut berbalun hingga ke kepalaku, suara desus gemetar bibir ku menemani enaknya tidur kala itu serasa tak ingin pagi menjelang. Mimpi terindahpun ikut mengusik malamku, aku berlari sambil mengekang pistol di jari, membidik dan menarik, membidik dan menarik, seakan aku dalam sebuah pertempuran yang begitu sengit, beberapa teman berjatuhan, suara bom berisik disana dan disini. Saat musuh memukul teman dihadapanku, akupun tercengang ketakutan, ku arahkan pistol yang baru saja aku kekang padanya, namun tangan ku sakit karena pukulannya, pistolku terpental ke dinding gedung yang tinggi itu. Dia memukul kepalaku dengan keras hingga berdarah, aku berdiri dan menyerangnya balik, namun sasaranku tidak tepat, ya karena aku kan bukan anggota karate yang di ajak berkelahi. Berkali-kali pukulan mendarat di kepala dan perut serta kaki ku yang rasanya ingin patah, tiba-tiba ada suara sirine menjelma, seperti suara mobil polisi, orang itu makin keras menendang perutku, lalu meninggalkanku dengan rintihan yang merasuk ke jiwa ku, rasanya malaikat maut pun sudah mampir menunggu mencabut nyawaku. Lalu dari kejauhan aku melihat beberapa orang yang datang dengan pistol di tangannya membidik sasaran, aku rasa itu polisi yang datang menolong, mereka menangkap beberapa orang, lama kelamaan pandanganku kabur, orang-orang itu makin mendekat, dan suara sirinenya makin keras. Terdengar suara yang memanggil namaku. “Aini, Bangun!” .. “Wake Up, Aini”.. Suara itu makin keras memanggil dan badan ku yang sakit serasa di goyang-goyangkan oleh mereka, dengan suara sirine yang semakin keras berdengung di telingaku. Aku ingin menjerit karena memekak telinga, penglihatanku tidak jelas, mataku seperti tertutup padahal terbuka lebar, kabur ku lihat semua yang ada, aku berdiri perlahan dan menghindar dari panggilan yang memekak telingaku itu, aku mundur dan mundur, lalu kaki ku yang lemah tersandung dan aku terjatuh dari grdung yang tinggi itu, namun teriakan mereka memanggil namaku semakin keras saja dari atas gedung, dan suara sirinenya makin bising. Aku pun menjadi tersentak. “Aini, Bangun!.. ini sudah jam wib. Nanti terlambat kesekolah, cepat mandi nanti tempat tidurnya bereskan sepulang sekolah saja.” Teriak kak Imut membangunkan ku pagi itu. Aku pun duduk dengan segera, ternyata aku sudah berada di lantai. Rupanya mimpiku begitu seru hingga aku terjatuh dari tempat tidur, aku pun mengambil Hp yang ada di bawah bantalku dan mematikan Alarm nya, ternyata suara sirine menjelma dari alarm Hp ku. Dengan segera aku melompat ke kamar mandi dan bersiap-siap ke sekolah. Mimpi itu serasa nyata di fikiranku, sudah mandi pun aroma nya masih terasa saja. Jam aku berlari ke pintu menghampiri kak imut dan papa yang sudah ada di mobil dan berangkat ke sekolah. Sepanjang perjalan aku ayik teringat mimpi itu saja. 15 menit di perjalanan aku sampai di sekolah, lalu ku buang jauh mimpi itu saat menapaki gerbang sekolah, aku hampir saja terlambat. 5 menit setelah itu pembiasaan pagi di kelas pun segera berlangsung, kami muraja’ah hafalan Al-Qur’an. Aku kelas 5 Sekolah Dasar Islam terpadu sekarang, aku punya banyak teman, teman-temanku sangat senang kepadaku, mereka selalu memahami aku seperti aku memahami mereka, aku seperti ketua nya jika kami sedang bersama, karena setiap keputusan mau pergi kemana, mau makan apa, dan apa pun selalu keputusanku yang di tunggu-tunggu, itu lah kelebihanku. Aku pun menceritakan mimpi ku itu kepada teman-temanku, sontak saja tidak satu pun dari mereka yang mengerti apa yang aku ceritakan, malah mereka berfikir aku baru saja menceritakan sebuah film yang aku tonton semalam. Akhirnya, waktu istirahat itu berisi dengan cerita tentang mimpi yang di alami semalam. Sepulang sekolah kami berjalan melewati tepi jalan raya yang penuh dengan pohon rindang. Rencananya kami mau ke Gramedia sepulang sekolah, ku sudah bilang sama papa untuk di jemput di rumah salah satu temanku,kayla. Di perjalan itu kami melihat ada beberapa tenda berdiri di lapangan olahraga seberang jalan, ada beberapa anak sedang melakukan kegiatan, kami menyeberang karena penasaran. Aku melihat ada beberapa kelompok sedang di hukum scoutJump, ada kelompok yang sedang melakukan PBB, ada yang bersih-bersih, dan ada yang sedang joging, kami senang melihatnya, naluriku menjadi aneh, jantungku berdebar melihatnya. Aku memandang sambil berjalan, aku melihat spanduk yang terpampang di dekat pagar yang mereka buat. Ternyata kelompok anak yang sedang melakukan latihan pramuka. Sampai di gramedia, kami bersorak, “Yee sampai juga”,, kami pun lekas berlari ke rak buku paling pojok di lantai 2, ada pojok komik dan cerita dongeng disana. Kami memilih-milih beberapa buku yang paling seru. Tiba-tiba mataku tersorot pada rak adventure di sebelah rak yang kami nikmati. Disana ada buku yang berjudul “Scouting for boys’. “Ini buku apa ya? Sepertinya seperti buku penjelajah saja terlihat dari covernya.” Fikirku dengan seksama, batinku tertarik untuk memliki buku itu dan aku pun mengambilnya. Setelah selesai memilah kami pun segera pulang agar tidak kehabisan waktu di jalan, di tambah dengan hati yang senang karena dapat buku baru, kami bergegas menuju halte. Tidak lama bus trans di kotaku pun datang kami naik dengan segera, dan membayar ongkos untuk anak sekolah. Kami tersenyum dan bercerita di sepanjang perjalanan. Sesampainya di rumah kayla, kami pun membongkar-bongkar buku baru kami dan membacanya bergantian sambil kami membahas isi cerita di buku itu. Tertawa riang bersama ketika ada slot yang lucu, ataupun cara membaca teman yang tidak sesuai dengan isi cerita, maupun gaya mereka yang aneh-aneh saat menceritakannya. Keseruan hari ini begitu terkesan, dalam heningnya tawa teman-temanku aku menjadi terfikir, anehnya kejadian hari ini, dengan mimpi terus melihat anggota pramuka yang latihan, lalu dengan buku scouting for boys di rak adventure, aku berfikir “Ah, Gila kali yaa!” “tut,tut,tut,tut....” suara mobil papa menjemputku. Aku pamit kepada teman-teman, ternyata hari sudah menunjukkan pukul wib. Aku pulang dengan senang hati. Sampai di rumah aku mandi dan bergabung bersama kak imut di ruang santai, ternyata kak imut sedang menonton film “The Up” yaitu cerita petualangan seorang kakek tua yang ingin pergi puncak apa lah nanmanya itu, dengan membawa rumahnya dengan balon, kemudian di temani oleh anak kecil carl fredhricksen seorang anggota pramuka terpisah dari rombongan menemani kakek dalam petualangannya dan mendapatkan lencana di akhir kisahnya. Kami bersantai sambil minum teh buatan mama dengan resep rahasia katanya, aku menceritakan semua mimpi dan kejadian hari ini kepada mama dan papa juga kak imut. Mereka tertawa mendengar ceritaku, aku pun jadi marah dan kembali ke kamar sambil memeluk Mochi boneka kesayanganku yang di beli papa di Bazar tahun baru kemaren. Mama datang menenangkan ku. “sayang, ma’afin mama yaa,, mama tidak mengejek kok, mimpinya seru sekali, dan di bayangi oleh kenyataan, makanya jadi tambah seru, dan mama tertawa karena bahagia, anak mama nantinya akan jadi orang hebat nih, karena mimpinya saja bisa jadi kenyataan. Iya kan,, sini mama peluk”. Aku pun menjadi senang saat mendengar penjelasan mama dan aku pun mulai bahagia lagi. Aku pun mengerjakan Pr dan membuat rangkuman cerita yang ada di buku tematik untuk di kumpul besok kepada zah Putri. Aku tidur pukul wib, dan tidak bermimpi seperti kemaren malam. Aku pergi ke sekolah tepat waktu dan belajar dengan penuh semangat karena Pr ku selesai dengan baik. Zah Putri wali kelasku begitu senang dan aku mendapat nilai 100. Usai pelajaran wali kelasku menyampaikan pengumuman, bahwa akan ada pembentukan penggalang putra dan penggalang putri di sekolahku, anggotanya yang akan di pilih hanya 10 orang. Aku bertanya-tanya, penggalang itu apa sih. Dan apa saja kegiatannya, “melelahkan atau tidak yaa?” fikirku sejenak. Zah Putri pun menceritakan sedikit tentang penggalang dan kegiatannya, membuatku menjadi sedikit tertarik, dan zah putri pun memberi waktu satu minggu untuk memikirkannya. Sampai di rumah aku menceritakannya kepada mama dan papa, lalu papa dengan semangat menyarankanku untuk ikut, berbeda dengan mama yang seolah sudah mengenal lebih jauh apa itu penggalang. Mama tidak mengizinkanku, katanya kegiatan itu berbahaya, karena nanti akan ada acara masuk ke hutan menjelajah, pergi menolong di tempat bencana seperti tempat yang terkena banjir, melewati sawah-sawah becek yang ada lintah, dan sebagainya, mama khawatir dengan kesehatanku, tapi papa mengatakan “tidak apa-apa ikut saja, disana banyak pengalamannya, nanti Aini bisa menjadi anak mandiri, tangguh, berani, dan pantang menyerah, nanti Aini bisa jadi anak hebat dan lebih hebat dari kak Imut.” Jawaban papa membuatku semangat, dengan marah kak Imut karena papa bilang aku akan lebih hebat dari dia. Kemudian aku teringat pada buku yang aku beli kemaren dan segera membacanya. Isi bukunya membuatku semakin ingin untuk ikut menjadi anggota pramuka. Ke esokan harinya, tanpa menunggu waktu satu minggu, aku pun segera mendaftar kan diri kepada zah Putri, dengan mengisi formulir yang di berikannya, ada beberapa pertanyaan yang aku tidak bisa menjawab, seperti pertanyaan “Apa motivasi kamu bergabung dengan pramuka SD IT ...?” “Apa kontribusi yang akan kamu berikan jika terpilih menjadi penggalang pramuka SD IT...?” dan ada lagi, lalu zah Putri pun memberikan gambaran yang begitu baik kepadaku hingga akhirnya aku selesai mengisi formulir. Zah Putri mengatakan ini baru proses pendaftaran, dan akan diadakan seleksi setelah mendaftar, karena Pramuka itu hanya untuk anak-anak HEBAT, dan hanya orang-orang yang terpilih yang dapat menjadi anggotanya. Aku pun semakin tertantang di buatnya. BERSAMBUNG .............. Bagaimanakah Aini menjalankan seleksi anggota penggalang di sekolahnya? Dapatkan Aini terpilih menjadi seorang penggalang ? Bagaimana keseruan hari pertama Aini masuk hutan ? Nantikan kisah selanjutnya dalam cerpen “Aini Yang Terhebat se antero Jagad, kata Papa” SALAM PRAMUKA........
Puisi Tentang Pramuka Penerus Bangsa from Pengertian Puisi Pramuka Penggalang Pengertian Puisi Pramuka PenggalangKeutamaan Puisi Pramuka PenggalangCara Membuat Puisi Pramuka PenggalangContoh Puisi Pramuka PenggalangKesimpulan Puisi pramuka penggalang adalah puisi yang ditulis oleh anggota atau calon anggota pramuka yang berstatus penggalang. Puisi ini mengandung pesan-pesan moral, motivasi, dan ajakan untuk bersama-sama menjaga nama baik pramuka. Puisi pramuka penggalang ini dianggap sebagai salah satu cara untuk memperdalam rasa cinta dan persatuan sesama anggota pramuka. Puisi ini juga bisa memberikan pengetahuan dan moral yang bermanfaat dalam kehidupan anggota. Puisi pramuka penggalang dapat ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa lainnya sesuai dengan selera dan kreativitas penulisnya. Selain itu, puisi pramuka penggalang juga dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan solidaritas dan persahabatan anggota pramuka. Dengan menulis puisi ini, anggota akan dapat menyampaikan perasaan, pemikiran, dan sikap mereka dengan lebih jelas. Puisi ini juga bisa menjadi refleksi bagi anggota tentang identitas dan nilai-nilai pramuka. Hal ini membuat para anggota lebih yakin dan terinspirasi untuk memperjuangkan nilai-nilai pramuka di segala bidang. Puisi pramuka penggalang juga bisa dijadikan sebagai bahan untuk mengajar anggota pramuka. Puisi ini bisa digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai moral, kesetiaan, kejujuran, dan lain-lain. Dengan demikian, anggota akan lebih menyadari pentingnya nilai-nilai ini dalam kehidupan mereka. Keutamaan Puisi Pramuka Penggalang Puisi pramuka penggalang memiliki beberapa keutamaan bagi anggota pramuka. Keutamaan ini antara lain Pertama, puisi ini dapat digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai moral kepada anggota pramuka. Puisi ini juga dapat menjadi refleksi bagi anggota tentang nilai-nilai pramuka. Kedua, puisi ini dapat memperdalam rasa persahabatan dan solidaritas antar anggota pramuka. Dengan menulis puisi ini, anggota dapat menyampaikan perasaan dan pemikiran mereka dengan lebih jelas dan efektif. Ketiga, puisi ini juga dapat menjadi bahan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan menulis para anggota. Puisi ini juga dapat memotivasi para anggota untuk terus belajar menulis dan mengembangkan kreativitas mereka. Cara Membuat Puisi Pramuka Penggalang Untuk membuat puisi pramuka penggalang, anggota harus dapat mengungkapkan perasaan dan pemikiran mereka dengan jelas dan tepat. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat puisi pramuka penggalang yang baik Pertama, anggota harus memiliki cukup waktu untuk merenungkan tema yang akan dituangkan dalam puisi. Hal ini penting agar anggota dapat menyusun puisi dengan baik dan benar. Kedua, anggota harus memilih tema dan bahasa yang sesuai dengan tujuan yang akan disampaikan. Puisi pramuka penggalang harus mengandung pesan moral dan motivasi yang dapat dijadikan refleksi bagi anggota. Ketiga, anggota harus menyusun puisi dengan baik dan benar. Anggota harus menggunakan kata-kata yang tepat dan sesuai dengan tema yang akan disampaikan. Keempat, anggota harus menulis puisi dengan lantang dan jelas. Puisi harus menggugah perasaan anggota dan memotivasi mereka untuk menjalani kehidupan pramuka. Berikut adalah beberapa contoh puisi pramuka penggalang yang dapat dijadikan inspirasi Kita bersatu, berjuang bersama Berani melangkah, mari bersama Mari kita jalani, bersama-sama Jalan cinta pramuka, bersama kita bersatu Mari kita berjuang, bersama-sama Mari kita berjaya, bersama-sama Mari kita bersatu, bersama-sama Mari kita bersama, bersama-sama Mari kita bersatu, berjuang bersama Mari kita bersama, berjuang bersama Kita bertekad, bersama bersatu Kita bersatu, bersama berjuang bersama Kesimpulan Puisi pramuka penggalang merupakan puisi yang ditulis oleh anggota atau calon anggota pramuka yang berstatus penggalang. Puisi ini mengandung pesan-pesan moral, motivasi, dan ajakan untuk bersama-sama menjaga nama baik pramuka. Puisi pramuka penggalang memiliki beberapa keutamaan bagi para anggota pramuka, yaitu dapat digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai moral, memperdalam rasa persahabatan dan solidaritas, serta dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan menulis anggota. Untuk membuat puisi pramuka penggalang yang baik, anggota harus dapat mengungkapkan perasaan dan pemikiran mereka dengan jelas dan tepat.
Pada kali ini akan menjelaskan secara lengkap tentang materi pramuka penggalang yang meliputi makalah, rangkuman dan permainan. Untuk lebih jelasnyasimak pembahasan dibawah ini materi pramuka penggalang Pramuka PenggalangTrisatyaDasadarmaMateri Pramuka PenggalangPermainan1. BUAT BARISAN2. TANGKAI SAPU AJAIB3. PETA KEHIDUPANShare thisRelated posts Penggalang yaitu sebuah golongan setelah pramuka Siaga . Anggota pramuka penggalang berusia sekitar 11-15 tahun. Disebut Pramuka Penggalang karena sesuai dengan kiasan pada masa penggalangan perjuangan bangsa Indonesia, yaitu saat rakyat Indonesia menggalang dan mempersatukan dirinya untuk mencapai suatu kemerdekaan dengan adanya peristiwa bersejarah saat konggres pemuda Indonesia yang dikenal dengan nama ” Soempah Pemoeda” tahun 1928 . Satuan Satuan terkecil pada Pramuka Penggalang disebut Regu dan Kesatuan dari beberapa Regu disebut Pasukan. Setiap Regu memiliki anggota 5 hingga 10 orang Pramuka Penggalang dan dipimpin oleh seorang Pemimpin regu Pinru yang dipilih anggota regu itu sendiri. Masing-masing Pemimpin Regu ini akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin regu Utama yang disebut Pratama. Pasukan yang terdiri atas beberapa regu itu dipimpin oleh seorang Pratama. Pada Golongan Pramuka Penggalang ada tiga tingkatan, yaitu 1. Penggalang Ramu 2. Penggalang Rakit 3. Penggalang Terap Tiap anggota Penggalang yang sudah menyelesaikan SKU Syarat Kecakapan Umum berhak mengenakan TKU Tanda Kecakapan Umum sesuai tingkatannya yang dikenakan pada lengan baju bagian sebelah kiri dibawah tanda barung berwarna dasar Merah. TKU untuk Penggalang memiliki bentuk sebuah janur yang terlipat dua dengan gambar Manggar yaitu nama bunga pohon kelapa. Kode Kehormatan bagi Pramuka penggalang, terdiri dari trisatya dan juga dasadarma Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji bersungguh-sungguh – Menjalankan kewajibanku pada perintah Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengamalkan pancasila. – Menolong sesama mahluk hidup dan mempersiapkan diri untuk membangun masyarakat. – Menepati Dasadarma. Dasadarma 1. Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. Cinta alam dan kasih sayang pada sesama manusia. 3. Patriot sopan dan kesatria. 4. Patuh dan suka bermusyawarah. 5. Rela menolong dan tabah. 6. Rajin, trampil dan gembira. 7. Hemat, cermat dan bersahaja. 8. Disiplin, berani dan setia. 9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya. 10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Materi Pramuka Penggalang a. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas Andai seseorang secara tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus cepat dilakukan nafas buatan. Cara yang praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang itu adalah dengan cara meniupkan nafas ke paru-paru korban. Tata cara melakukan pertolongan dengan nafas buatan dari mulut ke mulut/hidung adalah sebagai berikut a. Kepala korban diletakkan pada posisi dagu mendongak ke atas b. Rahang ditarik hingga mulut terbuka c. Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau bisa juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat kemudian penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya. d. Tiup ke mulut/hidung korban, kepada 1. Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan setiap menitnya. 2. Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit b. P3K bagi korban Sengatan Listrik 1. Penolong berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet dalam keadaan kering 2. pakai tongkat kering/papan kering untuk menarik ataupun mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban 3. Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, segera lakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang c. P3K bagi pasien menderita pendarahan parah 1. Luka tutup menggunakan kain kasa kompres yang steril, kemudian kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti. Untuk menutup luka biasa juga memakai bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, sapu tangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika. Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi memakai baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi. 2. Luka yang sudah berdarah tak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu, yang bisa dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak dahulu. 3. Pada semua kasusa pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang palinga menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang. d. Pertolongan Pertama Mengurangi Shok 1. Umumnya setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok adalah reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ penting. 2. Tanda-tanda Shok a. Denyut nadi cepat tapi lemah b. Merasa badanya lemas c. Muka pucat d. Kulit dingin, keringat dingin di kening dan telapak tangan, terkadang pasien menggigil e. Merasa haus f. Merasa mual g. Nafas tak teratur h. Tekanan darah amat rendah 3. Pertolongan Pertama Mengurangi Shok yaitu dilakukan dengan cara a. Menghentikan pendarahan b. Meniadakan hambatan pada saluran nafas c. Memberi nafas buatan d. Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling nyaman dan menyenangkan 4. Tata cara melakukan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok a. Baringkan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah daripada tubuhnya, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak. Bila kaki tak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala. b. Selimuti pasien dan hindarkan kontak langsung dari lantai serta udara dingin c. Usahakan pasien tak melihat lukanya d. Pasien yang sadar dan tidak muntah serta tidak mengalami luka di perut, bisa diberi larutan shok e. Perlakukan pasien dengan lemah lembut dan kasih sayang f. segera panggil dokter Permainan 1. BUAT BARISAN Tujuan Agar peserta bisa berkenalan lebih jauh dengan peserta lainya, fisik maupun sifat-sifat mereka, sekaligus melatih mereka bekerja sama dalam kelompok. Langkah-langkah Peserta dibagi kedalam dua kelompok yang sama banyak jika jumlah peserta ganjil, seorang pemandu bias masuk pada salah satu kelompok. Pemandu menjelaskan aturan permainan, sebagai berikut; 1. Ketua kelompok berlomba menyusun barisan, barisan disusun berdasarkan aba-aba pemandu; tinggi badan, panjang rambut, usia, dst. 2. Pemandu menghitung sampai 10, kemudian ke 2 kelompok, selesai atau belum harus jongkok. 3. Tiap kelompok bergantian harus memeriksa apakah kelompok lawan melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. 4. Kelompok yang menang yaitu kelompok yang melaksanakan tugasnya dengan benar dan cepat jika kelompok bisa menyekesaikan tugasnya sebelum hitungan ke 10 mereka boleh langsung jongkok untuk menunjukan bahwa mereka selesai melakukan tugas. Sebelum pertandingan dimulai bisa dicoba terlebih dahulu untuk memastikan apakah aturan mainnya telah dipahami dengan benar. 2. TANGKAI SAPU AJAIB Tujuan Memberi kesempatan pada peserta untuk saling mengenal lebih jauh lagi. Bahan Satu tangkai sapu. Langkah-langkah 1. Peserta membuat lingkaran, tangkai sapu di letakan di tengah lingkaran gersebut. 2. Peserta diminta membawakan satu macam karakter. Tangkai sapu dimainkan sebagai benda yang ada hubungannya dengan karakter yang di bayangkan, bukan sebagai tangkai sapu. 3. Mereka diminta maju satu per satu ke tengah lingkaran untuk memperagakan suatu karakter yang di bayangkan. 4. Para peserta yang lain disuruh menerka karakter yang sedang di peragakan. 5. Seluruh peserta harus mendapatkan kesempatan memperagakan karakter khayalannya. Perhatian Latihan ini di maksudkan sebagai latihan agar peserta bisa memakai atau menggunakan tubuhnya untuk menampilkan karakter khayalan. Spontanitas dan ketelitian di usahakan terus berkembang. Jangan ada dua karakter permainan yang sama. Kalau para peserta melihat satu karakter yang sama dengan yang di peragakan, yang sedang memperagakan itu di minta untuk mengganti karakternya. Variasi Para peserta bisa memperagakan sebanyak mungkin karakter yang mereka inginkan. Ketika seorang peserta memperagakan satu karakter, peserta yang lain boleh ikut main dengan karakter itu. Boleh memakai lebih dari satu benda, misalnya, tangkai sapu dan kain lap. Tergantung kapasitas para peserta. 3. PETA KEHIDUPAN Tujuan Kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal. Menghilangkan hambatan yang di sebabkan perasaan malu dan membangun keterbukaan dan saling percaya antara peserta. Langkah-langkah Menggambarkan pengalaman pribadi, pengalaman khusus yang amat mengesankan, yang ingin di bagi kepada peserta lainya. Caranya, dengan menggambarkan garis kehidupan dari mulai lahir hingga saat ini. Bila pada usia tertentu ada peristiwa yang amat membahagiakan, maka garis itu naik, dan sebaliknya bila peristiwa itu menyedihkan. Pada titik itu bias diberi gambar yang menunjukan peristiwanya, contoh pada usia 28 tahun menikah, maka pada titik itu bisa mnggambarkan pasangan pasangan pengantin atau lainnya yang di anggap sesuai dengan peristiwa yang di maksud prestasi masing-masing. Demikianlah pembahasan tentang artikel ini, Semoga bermanfaat Artikel lainya Materi Pramuka Penegak Makalah, Pengertian, Rangkuman dan Kegiatan Materi Pramuka Lengkap Penegak, Penggalang dan Siaga
cerpen singkat tentang pramuka penggalang